Pagi itu, udara di lingkungan SMP Negeri 3 Muara Uya terasa segar. Siswa-siswi tidak hanya bersiap dengan buku dan pena, tetapi juga dengan semangat untuk menyatu dengan alam. Di bawah bimbingan Ibu Nordiana, S.Pd., seorang guru IPA yang visioner, kegiatan merawat kebun sekolah menjadi panggung nyata penerapan profil Anak Indonesia Hebat.
1. Religius: Mensyukuri Karunia Tanah
Ibu Nordiana mengingatkan bahwa merawat tanaman kacang tanah adalah bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas kesuburan tanah pada Lingkungan Sekolah. Menjaga alam adalah bagian dari ibadah.
2. Jujur: Melaporkan Pertumbuhan Apa Adanya
Dalam proses pengamatan, siswa diajarkan untuk jujur. Jika ada tanaman yang layu atau terserang hama, mereka mencatatnya sesuai fakta dalam jurnal IPA. Kejujuran dalam data adalah awal dari ilmu pengetahuan yang bermanfaat.
3. Toleran: Kerja Bakti Tanpa Sekat
Di sela-sela bedengan kacang tanah, siswa bekerja tanpa membedakan latar belakang. Ada yang mencabut rumput liar (gulma), ada yang menggemburkan tanah. Mereka saling menghargai peran masing-masing demi satu tujuan: kebun yang subur.
4. Disiplin: Rutinitas yang Membuahkan Hasil
Ibu Nordiana menekankan bahwa tanaman tidak bisa menunggu. Siswa belajar disiplin waktu dalam menyiram dan memberi pupuk organik. Mereka paham bahwa keberhasilan panen kacang tanah ditentukan oleh konsistensi tindakan mereka setiap hari.
5. Kerja Keras: Berpeluh Demi Hijau Sekolah
Tangan-tangan muda itu tidak takut kotor. Dengan semangat kerja keras, mereka memastikan setiap jengkal lahan terawat dengan baik. Ibu Nordiana mendampingi, memberikan arahan teknis bagaimana cara merawat perakaran kacang tanah agar polongnya berkembang maksimal.
6. Mandiri: Bertanggung Jawab atas Petak Sendiri
Setiap kelompok siswa diberikan tanggung jawab atas area tertentu. Mereka belajar mandiri dalam mengambil keputusan, mulai dari pembagian tugas hingga teknik perawatan, sehingga rasa memiliki (sense of belonging) terhadap sekolah semakin kuat.
7. Peduli: Menjaga Keseimbangan Ekosistem
Inilah inti dari kegiatan ini. Dengan merawat kebun, siswa belajar peduli pada lingkungan. Mereka tidak menggunakan pestisida kimia berbahaya, melainkan cara-cara alami. Kepedulian ini diharapkan terbawa hingga ke rumah dan lingkungan masyarakat.
"Melalui kebun kacang tanah ini, kita tidak hanya menanam biji, tapi kita menanam karakter. Anak Indonesia Hebat adalah mereka yang tangan dan hatinya senantiasa merawat bumi." — Nordiana, S.Pd.


